PENAFSIRAN AYAT TAKRAR DALAM SURAH ASY-SYU’ARA’ PERSPEKTIF MUH̲AMMAD IBNU JARĪR ATH-THABARĪ (KAJIAN TAFSĪR JĀMIʿ AL-BAYĀN ʿAN TAʾWĪL ĀYI AL-QURʾĀN )


Abstract Views : 81   PDF Downloads : 39

Penulis

  • halim alkhalish alkhalish Universitas Islam Indragiri
  • dewi murni
  • nasrullah nasrullah

DOI:

https://doi.org/10.32520/jipkk.v1i2.143

Abstrak

Penelitian ini berfokus pada ayat takrar dalam surah Asy-Syu’ara’ yang terulang delapan kali yaitu pada ayat 8, 67, 103, 121, 139, 158, 174, 190, semua pengulangan ini memiliki keunikanan dalam redaksi dari awal hingga akhir tanpa adanya perubahan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Muh̲ammad Ibnu Jarīr Ath-Thabarī tentang ayat yang terulang dalam surah Asy-Syua’ra’, dan menganalisis setiap pengulangan ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah adalah metode kualitatif, dengan pendekatan tematik tokoh. Adapun hasil penelitian pada penafsiran Muh̲ammad Ibnu Jarīr Ath-Thabarī terhadap ayat takrar yang terulang delapan kali dalam Surah Asy-Syu’ara’ menegaskan kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu, sekaligus menegaskan bahwa sebesar apapun kesalahan manusia Allah tetap membuka pintu ampunan bagi siapa pun yang ingin bertaubat, adapun hasil analisisis terhadap pengulangan ayat dalam surah Asy-Syu’ara’ menunjukkan sebagai penghibur dan menguatkan hati Rasulullah. Melalui kisah para nabi seperti Nuh, Hud, Shalih, Luth, Ibrahim, dan Musa yang juga ditolak oleh kaumnya, Allah menunjukkan bahwa penolakan terhadap dakwah adalah hal yang telah terjadi sejak dahulu. Maka, ayat-ayat ini menjadi penopang semangat dalam menghadapi rintangan dakwah, sebagaimana para nabi terdahulu menghadapinya dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah.

Referensi

Al-Qattan Manna’, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, Alih Bahasa Aunur Rafiq, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar,2005

Arifin, Mochammad, 10 Tema Fenomenal dalam Al-Qur’an, Jakarta: Elek Media Komputindo, 2019

Ath-Thabari, Muhammad Ibnu Jarir, Tafsir Ath-Thabari, Terj. Ahsan Askan, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007, Jilid.1.

Ath-Thabari, Muhammad Ibnu Jarir, Tafsir Ath-Thabari, Terj. Ahsan Askan. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007, Jilid. 19.

Ath-Thabari, Muhammad Ibnu Jarir, Tafsir Ath-Thabari, Terj. Ahsan Askan, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007, Jilid.22.

Bell, Richard, Introduction to The Qur’an, Oxford: Edinburgh at The University Press, 1953

Farid, Ahmad, 60 Biografi Ulama Salaf, Jakarta Timur: Pustaka Al-Kustsar,2006

Harun, Salman kaidah- kaidah Tafsir, Jakarta: Qaf, 2017

Imzi, Husnul Ḥakim, Ensiklopedia Kitab-Kitab Tafsir Dari Masa Klasik Sampai Masa Kontemporer, Jakarta: Elsiq Tabarakarrahman, 2019

Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2008

Munthe, Saifuddin Herlambang, Studi Tokoh Tafsir Dari Klasik Hingga Kontemporer, Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2018

Mustafa, Imron, Sejarah Hidup Para Penyambung Lidah Nabi, Yogyakarta: Laksana, 2017

Mustaqim, Abdul, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir, Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2022

Ulfah, Almira Keufara, dkk., Ragam Analisis Data Penelitian Sastra,Riset dan Pengembangan, Madura: IAIN Madura Press, 2022

Zed, Mestika, Metode Penulisan Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2004

Unduhan

Diterbitkan

22-11-2025

Cara Mengutip

alkhalish, halim alkhalish, murni, dewi, & nasrullah, nasrullah. (2025). PENAFSIRAN AYAT TAKRAR DALAM SURAH ASY-SYU’ARA’ PERSPEKTIF MUH̲AMMAD IBNU JARĪR ATH-THABARĪ (KAJIAN TAFSĪR JĀMIʿ AL-BAYĀN ʿAN TAʾWĪL ĀYI AL-QURʾĀN ). Jurnal Islam Pesisir Dan Kajian Keislaman, 1(2), 92–120. https://doi.org/10.32520/jipkk.v1i2.143

Terbitan

Bagian

Articles

Lisensi

Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Islam Pesisir dan Kajian Keislaman

Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.