A, The PENAFSIRAN ABDURAHMAN AS-SA’DI TENTANG MATI SYAHID DALAM TAFSĪR TAYSĪR AL-KARĪM AR-RAHMĀN FĪ TAFSĪR KALĀM AL-MANNĀN


Abstract Views : 22   PDF Downloads : 19

Penulis

  • Thomas Isnaldi Universitas Islam Indragiri

Kata Kunci:

Penafsiran, Abdurahman As-Sa’di, Mati Syahid

Abstrak

Fokus masalah penelitian ini adalah tentang konsep mati syahid menurut Abdurahman As-Sa’di,  yang  mana  sebagian masyarakat atau pun di kalangan akademisi sering disalah pahami hanya sebagai orang yang mati dalam perang. Akibatnya, ada yang membenarkan tindakan kekerasan seperti bom bunuh diri demi mengejar gelar mati syahid. Padahal, makna syahid lebih luas salah satu contoh nya mati dalam menuntut ilmu. Secara bahasa, syahid berarti orang yang menyaksikan atau mengetahui dengan jelas, baik secara lahir maupun batin, termasuk dalam konteks hukum dan orang yang wafat dalam perjuangan membela agama (syuhada). Jadi, mati syahid bukan sekadar mati di medan perang, tapi bentuk tertinggi dari kesetiaan dan pengorbanan dalam kebenaran. Membunuh orang tak bersalah atas nama agama tidak mencerminkan arti syahid yang sebenarnya dalam Islam.

 sumber data sekunder meliputi kitab-kitab tafsir, buku, dan referensi lain yang relevan dengan topik penelitian ini. Dalam proses ini,  penulis terlebih dahulu menetapkan tokoh yang dikaji, kemudian mengumpulkan dan menyeleksi data, khususnya dari karya Abdurrahman As-Sa’di. Data tersebut dianalisis secara cermat dan menggunakan metode deskriptif, guna memahami penafsiran ayat-ayat tentang mati syahid menurut Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya.

Hasil dari Penelitian ini: memperoleh kesimpulan bahwa Abdurahman As-Sa’di menyebutkan  dalam penafsiran nya 5 Kriteria orang yang mati syahid . Pertama QS. Al-Hajj ayat 7, Q.s At-Taubah ayat 111, dan Q.s Al-Baqarah ayat 154  (mereka yang wafat ketika berdakwah di jalan Allah), kedua, QS. At-Taubah ayat 122 (yang meninggal saat menuntut ilmu), ketiga, QS. Ali-Imran’ ayat 169, Q.s Ali-Imran ayat 140, dan Q.s An-Nisa ayat 72 (yang gugur dalam peperangan membela agama Allah), keempat, QS. An-Nisa Ayat 69 (yang menjalani kehidupan dengan ketaatan penuh kepada Allah dan Rasul hingga akhir hayatnya). Dan yang kelima Q.s At-Taubah Ayat 41 (serta mereka yang wafat saat mempertahankan tanah air dari penjajahan dan penindasan yang zalim). berdasarkan pemahaman sang tokoh Abdurahman As-Sa’di  dalam tafsirnya Taysīr Al-Karīm Ar-Rahmān Fī Tafsīr Kalām Al-Mannān yang penulis cantumkan dalam skripsi setelah membaca dan meneliti tafsir tersebut.

Kata kunci: Penafsiran, Abdurahman As-Sa’di, Mati Syahid

Referensi

Abdul Mustakim, Metode Penelitian Al-Qur’an Dan Tafsir, (Yogyakarta : Idea Press Yogyakarta, 2022)

Abdurahman As-Sa’di, Tafsīr Taysīr Al-Karīm Ar-Rahmān Fī Tafsī Kalām Al- Mannān,Terj…,

Ahmad Miftahus Sudury,”Penafsiran Mati Syahid Menurut Imam Nawawi Al-Bantani Dalam Tafsir Marah Labid “, ( Relinesia: Jurnal Kajian Agama), Vol II, 2023

Fakultas Ilmu Agama Islam UNISI, Panduan Penulisan Karya Ilmiah, (Tembilahan: FIAI UNISI, 2013)

Ibnu Katstir,Lubabut Tafsir Min Ibni Katsir, Cet-1(Kairo, Mu-Assasah Daar Al-Hilal 2001) Juz 5

Muhammad Chirzin,jihad Menurut Sayid Qutub Dalam Tafsir Zhilal (Solo, Era Intermendia2001)

Muh Fitrah dan Luthfiyah, Metodologi penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus, (Jawa Barat : CV Jejak, 2017)

M. Quraish Shihab, Ensiklopedia Al-Qur’an Kajian Kosa Kata, (Jakarta: Lentera Hati, 2007)

Diterbitkan

02-05-2026

Cara Mengutip

Thomas Isnaldi. (2026). A, The PENAFSIRAN ABDURAHMAN AS-SA’DI TENTANG MATI SYAHID DALAM TAFSĪR TAYSĪR AL-KARĪM AR-RAHMĀN FĪ TAFSĪR KALĀM AL-MANNĀN. Jurnal Islam Pesisir Dan Kajian Keislaman, 1(1), 118–130. Diambil dari https://ejournalpasca.unisi.ac.id/index.php/jipkk/article/view/134

Terbitan

Bagian

Articles

Lisensi

Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Islam Pesisir dan Kajian Keislaman

Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.